pH Hidrolisis Garam
pH garam dari asam kuat dan basa kuat
- Tidak mengalami reaksi hidrolisis
- pH garam jenis ini adalah netral (pH = 7)
B. pH garam dari asam lemah dan basa kuat
- pH garam jenis ini adalah daerah basa (pH > 7)
- Mengalami reaksi hidrolisis parsial atau setengah, yaitu pada spesi lemah (asam lemah)
- Dalam rumus pH hidrolisis jenis ini, konsentrasi ([G]) berdasarkan rumus di bawah adalah anion dari garam itu sendiri. Contoh garam CH3COOK, maka anionnya adalah CH3COO- dan konsentrasi CH3COO- inilah yang dimasukkan ke rumus, bukan konsentrasi CH3COOK. Contoh lain adalah (CH3COO)2Ba, maka anionnya adalah 2CH3COO- dan konsentrasi CH3COO- ini dimasukkan ke rumus yaitu 2 kalinya konsentrasi (CH3COO)2Ba
C. Garam dari asam kuat dan basa lemah
- pH garam jenis ini adalah daerah asam (pH < 7)
- Mengalami reaksi hidrolisis parsial atau setengah, yaitu pada spesi lemah (basa lemah)
- Dalam rumus pH hidrolisis jenis ini, konsentrasi ([G]) yang dimasukkan ke rumus adalah konsentrasi kation dari garam itu sendiri. Contoh garam AlCl3, kationnya adalah Al3+ maka [G] yang dimasukkan adalah konsentrasi Al3+, bukan konsentrasi AlCl3. Contoh lain adalah garam Al2(SO4)3, kationnya adalah ion 2Al3+ maka [G] yang dimasukkan ke rumus adalah konsenrasi Al3+ yaitu 2 kalinya dari konsentrasi Al2(SO4)3
D. Garam dari asam lemah dan basa lemah
- pH hidrolisis ini tidak bergantung terhadap konsentrasi asam atau basa karena dalam spesi lemah (asam lemah dan basa lemah), nilai pH-nya ditentukan oleh tinggi atau rendahnya tetapan asam/basa (Ka atau Kb)
- Jika Ka = Kb, maka pH = 7
- Jika Ka > Kb, maka pH < 7 (dalam rumus di bawah adalah label “ASAM”)
- Jika Ka < Kb, maka pH > 7 (dalam rumus di bawah adalah label “BASA”)



Komentar
Posting Komentar